10 kunci Rizki
10 Kunci-kunci Rezeki
Inilah rahasia kunci rezeki yang harus kita ketahui.
Paling tidak terdapat 10 kunci pembuka rezeki yang perlu di lakukan
secara serius oleh setiap individu Mu’min yang berdasarkan panduan
Al-Qur’an dan al-hadits sebagaimana yang tersebut dalam buku *‘Pembuka
Kunci-kunci Rezeki Berdasarkan kitab Al-Qur’an dan As-Sunnah’*
oleh*Doktor Fadhl llaahi,* yaitu :
*Kunci Rezeki Yang Pertama: Istighfar dan Taubat*
i. Hendaklah dia menahan diri dari melakukan maksiat (tidak
mengulanginya lagi).
ii. Hendaklah dia menyesal terhadap keterlanjurannya.
iii. Hendaklah dia bercita-cita untuk tidak mengulanginya lagi.
iv. Hendaklah dia melepaskan hak tuannya. Hendaklah memulangkan semula
harta kepada tuannya atau meminta maaf atau meminta kemaafannya. Tanpa
salah satu ciri-ciri ini, menurut para ulama, maka taubatnya adalah
tidak sah.
*Kunci Rezeki Yang Ke-2: Taqwa*
Memelihara diri dari perkara yang menjerumuskan dosa; dan yang demikian
di peroleh dengan meninggalkan perkara yang haram. Manakala ketaqwaan
itu dapat disempurnakan dengan meninggalkan sebagian perkara yang harus
(mubaah).
*Kunci Rezeki Yang Ke-3: Berserah Diri (Tawakal) kepada Allah.*
Berserah diri itu bukanlah meninggalkan usaha (bekerja keras); dan
sungguhnya seseorang Islam perlu bekerja keras, bersungguh-sungguh dan
berusaha mencari sumber pendapatan. Akan tetapi janganlah pula berpegang
kepada kerja keras, kesungguhan dan usaha semata-mata (tanpa memohon
kepada Allah); malah hendaklah beri’tiqad (mempercayai) bahawa semua
perkara itu adalah kepunyaan Allah; dan sesungguhnya segala rezeki itu
adalah dari Allah, Tuhan Yang Maha Esa.
*Kunci Rezeki Yang Ke-4: Beribadah kepada Allah Sepenuhnya.*
Maksudnya bukanlah dengan cara meninggalkan usaha kehidupan dan duduk
dalam masjid malam dan siang, tetapi apa yang dimaksud adalah
menghadirkan hati dan tubuh di kala beribadah, terasa kusyu’ dan tunduk
kepada Allah Yang Maha Esa, merasakan Kebesaran Allah Ta’aala dan
merasakan bahawa dirinya sedang bermunajat dengan Rabnya yang maha Agung
lagi Maha Berkuasa.
*Kunci Rezeki Yang Ke-5: Melanjutkan Haji Dengan Umrah Atau Sebaliknya
*
Maksudnya hendaklah menjadikan salah satu di antara keduanya
bersambungan, yaitu apabila kamu telah berhaji, maka hendaklah diikuti
dengan umrah; dan apabila kamu telah ber‘umrah, maka hendaklah kamu
berhaji; kerana keduanya saling melanjutkan (jika mampu).
*Kunci Rezeki Yang Ke-6: Menyambung Silaturrohim
*
Kata silaturrohim (menghubungi keluarga) adalah berlaku baik kepada
keluarga atau kerabat yang mempunyai pertalian keturunan dan sebab
hubungan perkawinan; juga hendaknya bersifat lemah-lembut dan
bersimpati kepada mereka dan mengawasi keadaan-keadaan mereka.
*Kunci Rezeki Yang Ke-7: Berbelanja Di Jalan Allah*
Maksud berbelanja (disini) ialah : Berbelanja yang dianjurkan dalam
Agama seperti berbelanja kepada orang fakir dan berbelanja di jalan
Allah untuk menolong Agama (Islam).
*Kunci Rezeki Yang Ke-8: Berbelanja Kepada Penuntut Ilmu Islam.*
Berbelanja kepada penuntut ilmu atau orang-orang yang menghabiskan
waktunya untuk mencari ilmu Agama Islam (Syara’).
*Kunci Rezeki Yang Ke-9: Membantu Orang Yang Lemah (Miskin).*
Mencari keridhaan Allah dan Rasulnya dengan membantu dan menolong
orang-orang fakir (yaitu sangat miskin atau orang yang memperoleh
pendapatan yang serba tidak mencukupi). Allah akan menolong bagi siapa
yang berbuat demikian bagi menentang musuh-musuhnya (di kalangan
orang-orang Kaafir) dan juga merezekikannya (sehingga mereka menjadi kaya).
*Kunci Rezeki Yang Ke-10: Berhijrah Dijalan Allah.*
Maksud hijrah sebagaimana kata Al-Imaam ar-Raaghib Al-Ashfahaani
Radhiyallohu'anhu ialah “jalan keluar dari Negara kufur (syirik) ke
Negara beriman (tauhid), sebagaimana perlakuan penghijrah dari kota
Mekah ke kota Madinah.’Hijrah itu wajib – sebagaimana kata as-sayyid
Muhammad Rasyiid Ridha: “Dimana kewujudan berhijrah di jalan Allah
Ta’aala bagi menegakkan AgamaNya sebagaimana yang diwajib dan dikasihi
Allah Ta’aala, di mana orang-orang Mu’min hendaknya menolong orang-orang
yang dizalimi orang-orang Kafir.”
Berikut penjelasan detil dari poin-poin di atas yang dikumpulkan dari
ISTIGHFAR DAN TAUBAT
Diantara sebab terpenting diturunkannya rizki adalah itsighfar (memohon
ampun) dan taubat kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Menutupi
(kesalahan). Untuk itu, pembahasan mengenai pasal ini kami bagi menjadi
dua pembahasan.
1. Hakikat Istighfar dan Taubat
2. Dalil Syar'i Bahwa Istighfar Dan Taubat Termasuk Kunci Rizki.
HAKIKAT ISTIGHFAR DAN TAUBAT
Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup
dengan lisan semata. Sebagian mereka mengucapkan.
أَسْتَغْفِرُ اللّّهَ وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ
"Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya".
Tetapi kalimat-kalimat diatas tidak membekas di dalam hati, juga tidak
berpengaruh dalam perbuatan anggota badan. Sesungguhnya istighfar dan
taubat jenis ini adalah perbuatan orang-orang dusta.
Para ulama -semoga Allah memberi balasan yang sebaik-baiknya kepada
mereka- telah menjelaskan hakikat istighfar dan taubat.
Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani menerangkan : "Dalam istilah syara', taubat
adalah meninggalkan dosa karena keburukannya, menyesali dosa yang telah
dilakukan, berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha
melakukan apa yang bisa diulangi (diganti). Jika keempat hal itu telah
terpenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna" [1]
Imam An-Nawawi dengan redaksionalnya sendiri menjelaskan : "Para ulama
berkata, 'Bertaubat dari setiap dosa hukumnya adalah wajib. Jika maksiat
(dosa) itu antara hamba dengan Allah, yang tidak ada sangkut pautnya
dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga. Pertama, hendaknya ia
menjauhi maksiat tersebut. Kedua, ia harus menyesali perbuatan
(maksiat)nya. Ketiga, ia harus berkeinginan untuk tidak mengulanginya
lagi. Jika salah satunya hilang, maka taubatnya tidak sah.
Jika taubatnya itu berkaitan dengan hak manusia maka syaratnya ada
empat. Ketiga syarat di atas dan Keempat, hendaknya ia membebaskan diri
(memenuhi) hak orang tersebut. Jika berbentuk harta benda atau
sejenisnya maka ia harus mengembalikannya. Jika berupa had (hukuman)
tuduhan atau sejenisnya maka ia harus memberinya kesempatan untuk
membalasnya atau meminta ma'af kepadanya. Jika berupa ghibah
(menggunjing), maka ia harus meminta maaf"[2]
Adapun istighfar, sebagaimana diterangkan Imam Ar-Raghib Al-Asfahani
adalah " Meminta (ampunan) dengan ucapan dan perbuatan. Dan firman Allah.
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun" [Nuh/71
: 10]
Tidaklah berarti bahwa mereka diperintahkan meminta ampun hanya dengan
lisan semata, tetapi dengan lisan dan perbuatan. Bahkan hingga
dikatakan, memohon ampun (istighfar) hanya dengan lisan saja tanpa
disertai perbuatan adalah pekerjaan para pendusta"[3]
DALIL SYAR’I BAHWA ISTIGHFAR DAN TAUBAT TERMASUK KUNCI RIZKI
Beberapa nash (teks) Al-Qur'an dan Al-Hadits menunjukkan bahwa istighfar
dan taubat termasuk sebab-sebab rizki dengan karunia Allah Ta'ala.
Dibawah ini beberapa nash dimaksud :
1. Apa Yang Disebutkan Allah Subhana Wa Ta'ala Tentang Nuh Alaihis Salam
Yang Berkata Kepada Kaumnya.
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا﴿١٠﴾يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا﴿١١﴾وَيُمْدِدْكُمْ
بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
"Maka aku katakan kepada mereka, 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu',
sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan
hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakan harta dan anak-anakmu dan
mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu
sungai-sungai". [Nuh/71 : 10-12]
Ayat-ayat di atas menerangkan cara mendapatkan hal-hal berikut ini
dengan istighfar.
a. Ampunan Allah terhadap dosa-dosanya. Berdasarkan firman-Nya :
إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
"Sesungghuhnya Dia adalah Maha Pengampun".
b. Diturunkannya hujan yang lebat oleh Allah. Ibnu Abbas Radhiyallahu
'anhuma berkata (مِدْرَارًا) adalah (hujan) yang turun dengan deras.[4]
c. Allah akan membanyakan harta dan anak-anak, Dalam menafsirkan ayat
(وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ ) Atha' berkata : Niscaya Allah akan membanyakkan
harta dan anak-anak kalian" [5]
d. Allah akan menjadikan untuknya kebun-kebun.
e. Allah akan menjadikan untuknya sungai-sungai.
Imam Al-Qurthubi berkata : "Dalam ayat ini, juga yang disebutkan dalam
(surat Hud : 3 "Artinya : Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada
Tuhamnu dan bertaubat kepada-Nya) adalah dalil yang menunjukkan bahwa
istighfar merupakan salah satu sarana meminta diturunkannya rizki dan
hujan".[6]
Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata :" Maknanya, jika kalian
bertaubat kepada Allah, meminta ampun kepadaNya dan kalian senantiasa
menta'atiNya, niscaya Ia akan membanyakkan rizki kalian menurunkan air
hujan serta keberkahan dari langit, mengeluarkan untuk kalian berkah
dari bumi, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian, melimpahkan air
susu perahan untuk kalian, membanyakan harta dan anak-anak untuk kalian,
menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya bermacam-macam buah-buahan untuk
kalian serta mengalirkan sungai-sungai diantara kebun-kebun itu (untuk
kalian)".[7]
Demikianlah, dan Amirul Mukminin Umar bin Khaththab Radhiyallahu 'anhu
juga berpegang dengan apa yang terkandung dalam ayat-ayat ini ketika
beliau memohon hujan dari Allah Ta'ala.
Mutharif meriwayatkan dari Asy-Sya'bi : "Bahwasanya Umar Radhiyallahu
'anhu keluar untuk memohon hujan bersama orang banyak. Dan beliau tidak
lebih dari mengucapkan istighfar (memohon ampun kepada Allah) lalu
beliau pulang. Maka seseorang bertanya kepadanya, 'Aku tidak mendengar
Anda memohon hujan'. Maka ia menjawab, 'Aku memohon diturunkannya hujan
dengan majadih[8] langit yang dengannya diharapkan bakal turun hujan.
Lalu beliau membaca ayat.
اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا﴿١٠﴾يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
"Mohonlah ampun kepada Tuhamu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,
niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat".[Nuh/71 :
10-11]. [9]
Imam Al-Hasan Al-Bashri juga menganjurkan istighfar (memohon ampun)
kepada setiap orang yang mengadukan kepadanya tentang kegersangan,
kefakiran, sedikitnya keturunan dan kekeringan kebun-kebun.
Imam Al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shabih, bahwasanya ia berkata
:"Ada seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang
kegersangan (bumi) maka beliau berkata kepadanya, 'Ber-istighfar-lah
kepada Allah!. Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka
beliau berkata kepadanya, 'Ber-istighfar-lah kepada Allah!. Yang lain
lagi berkata kepadanya, 'Do'akanlah (aku) kepada Allah, agar Ia
memberiku anak!, maka beliau mengatakan kepadanya, 'Ber-istighfar-lah
kepada Allah!. Dan yang lain lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan
kebunnya maka beliau mengatakan (pula) kepadanya, 'Ber-istighfar-lah
kepada Allah!".
Dan kami menganjurkan demikian kepada orang yang mengalami hal yang
sama. Dalam riwayat lain disebutkan :"Maka Ar-Rabi' bin Shabih berkata
kepadanya, 'Banyak orang yang mengadukan macam-macam (perkara) dan Anda
memerintahkan mereka semua untuk ber-istighfar. [10]. Maka Al-Hasan
Al-Bashri menjawab, 'Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri.
Tetapi sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh.
اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا﴿١٠﴾يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا﴿١١﴾وَيُمْدِدْكُمْ
بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,
niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan
membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun
dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai- sungai". [Nuh /71:
10-12] [11]
Allahu Akbar ! Betapa agung, besar dan banyak buah dari istighfar ! Ya
Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang pandai
ber-istighfar. Dan karuniakanlah kepada kami buahnya, di dunia maupun di
akhirat. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Amin,
wahai Yang Mahahidup dan terus menerus mengurus mahluk-Nya.
2. Ayat Lain Adalah Firman Allah Yang Menceritakan Tentang Seruan Hud
Alaihis Shalatu Was Sallam Kepada Kaumnya Agar Ber-istighfar.
وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً
إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ
"Dan (Hud berkata), Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu
bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat lebat
atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah
kamu berpaling dengan berbuat dosa". [Hud /11: 52]
Al-Hafiz Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat yang mulia di atas
menyatakan : "Kemudian Hud Alaihis salam memerintahkan kaumnya untuk
ber-istighfar yang dengannya dosa-dosa yang lalu dapat dihapuskan,
kemudian memerintahkan mereka bertaubat untuk masa yang akan mereka
hadapi. Barangsiapa memiliki sifat seperti ini, niscaya Allah akan
memudahkan rizkinya, melancarkan urusannya dan menjaga keadaannya.
Karena itu Allah berfirman.
يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
"Niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat lebat atasmu" [12]
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memiliki sifat
taubat dan istighfar, dan mudahkanlah rizki-rizki kami, lancarkanlah
urusan-urusan kami serta jagalah keadan-keadaan kami. Sesungguhnya
Engkau Maha Mendengar lagi Maha mengabulkan do'a. Amin, whai Dzat Yang
Memiliki keagungan dan kemuliaan.
3. Ayat Lain Adalah firman Allah.
وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ
ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ
"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat
kepadaNya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan
memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada
waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang
yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling,
maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat".
[Hud/11 : 3]
Pada ayat yang mulia di atas, terdapat janji-janji dari Allah Yang
Mahakuasa dan Maha Menentukan berupa kenikmatan yang baik kepada orang
yang ber-istighfar dan bertaubat. Dan maksud dari firmanNya.
يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا
"Niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu".
Sebagaimana dikatakan oleh Abdullah bin Abbas Radhiyallahu 'anhuma
adalah. 'Ia akan menganugrahi rizki dan kelapangan kepada kalian'. [13]
Sedangkan Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan :"Inilah buah
istighfar dan taubat. Yakni Allah akan memberikan kenikmatan kepada
kalian dengan berbagai manfaat berupa kelapangan rizki dan kemakmuran
hidup serta Ia tidak akan menyiksa kalian sebagaimana yang dilakukanNya
terhadap orang-orang yang dibinasakan sebelum kalian". [14]
Dan janji Tuhan Yang Mahamulia itu diutarakan dalam bentuk pemberian
balasan sesuai dengan syaratnya. Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi
berkata :"Ayat yang mulia tersebut menunjukkan bahwa ber-istighfar dan
bertaubat kepada Allah dari dosa-dosa adalah sebab sehingga Allah
menganugrahkan kenikmatan yang baik kepada orang yang melakukannya
sampai pada waktu yang ditentukan. Allah memberikan balasan (yang baik)
atas istighfar dan taubat itu dengan balasan berdasarkan syarat yang
ditetapkan".[15]
4. Dalil Lain Bahwa Istighfar Dan Taubat Adalah Diantara Kunci-Kunci Rizki
Yaitu hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Daud, An-Nasa'i, Ibnu
Majah dan Al-Hakim dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu 'anhuma ia
berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
مَنْ أَكْشَرَ الْاِسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجَا، وَمِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَ جًَا وَرَزَقَهُ مِنْ
حَيْشُ لاَ يَحْتَسِبُ
"Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah[16]
niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan
untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberinya rizki
(yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka [17]".
Dalam hadits yang mulia ini, Nabi yang jujur dan terpercaya, yang
berbicara berdasarkan wahyu, Shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan
tentang tiga hasil yang dapat dipetik oleh orang yang memperbanyak
istighfar. Salah satunya yaitu, bahwa Allah Yang Maha Memberi rizki,
Yang Memiliki kekuatan akan memberikan rizki dari arah yang tidak
disangka-sangka dan tidak diharapkan serta tidak pernah terdetik dalam
hatinya.
Karena itu, kepada orang yang mengharapkan rizki hendaklah dia bersegera
untuk memperbanyak istighfar (memohon ampun), baik dengan ucapan maupun
dengan perbuatan. Dan hendaknya setiap muslim waspada!, sekali lagi
hendaknya waspada! dari melakukan istighfar hanya sebatas dengan lisan
tanpa perbuatan. Sebab ia adalah pekerjaan para pendusta.
[Disalin dari kitab Mafatiihur Rizq fi Dhau’il Kitab was Sunnah, Penulis
DR Fadhl Ilahi, Edisi Indonesia Kunci-Kunci Rizki Menurut Al-Qur’an dan
As-Sunnah, Penerjemah Ainul Haris Arifin, Lc. Penerbit Darul Haq- Jakarta]
================================
10 JURUS PEMBUKA PINTU RIZKI
( MENJADI KAYA YANG TIDAK BIASA )
Alloh Subhanahu wa Ta’laa berfirman :
"Bagi tiap-tiap seorang ada malaikat penjaganya silih berganti dari
hadapannya dan dari belakangnya, yang mengawas dan menjaganya (dari
sesuatu bahaya) dengan perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah
apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada
pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan
kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri),
maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang
ditetapkanNya itu, dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan
melindungi mereka selain daripadaNya".[QS. Ar-R'adu:11]
Mental Kaya dan Mental Miskin:
Orang Kaya = Orang yang bermental Kaya
Orang miskin = Orang yang bermental miskin
Orang yang bermental kaya adalah orang kaya atau akan menjadi kaya,
walaupun dia miskin
Orang yang bermental miskin adalah orang miskin, susah menjadi kaya, dan
akan menjadi miskin walaupun dia kaya
Iman Kepada ayat ayat Allah >< Mendustakan ayat ayat Allah
Iman = Tahu - Faham - Yaqin - Amal
Dusta = Tahu - Tidak Faham - tidak Yaqin - tidak amal
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri ber-iman dan ber-taqwa,
pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan
bumi, tetapi mereka men-dusta-kan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa
mereka di-sebabkan perbuatan mereka sendiri.” (QS. Al-A’raf: 96).
Bukan tanpa maksud jika kita seringkali bicara seputar rizki, harta,
kekayaan maupun keuangan dalam satu rangkaian pembahasan tentang ekonomi
dan bisnis. Yap betul, kita sedang melakukan propaganda. Karena kaya,
harta ataupun uang bagi kebanyakan para aktivis Islam seolah-olah tabu
dibicarakan, sensitive diomongkan karena seolah-olah dianggap hubbud
dunya. Padahal mereka pun tau bahwa para sahabat rata-rata adalah orang
kaya berkelimpahan, bahkan Rasulullah sendiri adalah pribadi yang kaya
raya. Kalaupun beliau saw memilih hidup sederhana, itu karena pilihan,
bukan karena keterpaksaan sebagaimana kebanyakan para aktivis islam saat
ini. Hehe, maaf nyindir dikit..
Sungguh, sebenarnya kita agak risau dengan diumumkannya 40 orang terkaya
di Indonesia versi Forbes tempo hari. Karena kekayaan dunia hari ini
dikuasai oleh orang-orang non muslim, termasuk di Indonesia. Anda bisa
bayangkan, bisnis apa yang dijalankan oleh seseorang yang tidak memiliki
standart halal haram dalam amalnya? Demikian pula pertanyaan sebaliknya,
jika anda diberikan nikmat harta kekayaan oleh Allah SWT, sementara
insyaallah anda adalah orang-orang sholih, bisnis apa yang akan anda
jalankan dengan kekayaan tersebut? Mungkinkah orang sholih berbisnis
perbankan ribawi, asuransi, leasing, diskotek, tempat hiburan malam,
bioskop, PH film porno, atau lokalisasi judi dan pelacuran? bahkan
bisnis rokok pun mungkin tidak akan anda lirik. Padahal 2 besar orang
terkaya di Indonesia itu menjadi kaya raya karena rokok. Hebat banget
ya orang Indonesia, kaya karena rokok..
Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya tiap-tiap umat itu punya cobaan
sendiri-sendiri. Dan cobaan bagi umatku adalah persoalan HARTA.” [HR
Tirmidzi]
Teringat kawan kita yang langsung menutup dan menjual hotelnya begitu
mengikuti acara workshop implementasi syariah dalam bisnis. Ketika kita
tanyakan kenapa, beliau menjawab, “Saya tidak bisa memastikan kalau di
dalam hotel tersebut tidak terjadi kemaksiatan”. Pun demikian, saya
pernah seketika tutup bisnis dealer kendaraan ketika mendapat penjelasan
yang memuaskan akal dari guru spiritual saya, beliau bilang bahwa,
“Ketika bisnis dealer kendaraan, sama artinya antum memfasilitasi
seorang muslim bertransaksi bathil”. Tak usah menunggu sebulan dua
bulan, seketika saya tutup bisnis tersebut esok harinya. Padahal, anda
tau berapa keuntungan yang saya peroleh dengan bisnis tersebut? Hehe..
daripada ngiler, sebaiknya anda tidak perlu tau..
Rasulullah saw bersabda, “Akan datang pada manusia suatu zaman, ketika
seseorang harus memilih antara KELEMAHAN dan KEMAKSIATAN. Maka barang
siapa mengalami zaman itu, hendaklah dia memilih Kelemahan daripada
Kemaksiatan.” [HR Al Hakim].
Prinsipnya, kita ingin membangun kekayaan secara sadar. Kenapa? Karena
jika kita tidak secara sadar membangun kekayaan, itu sama artinya secara
tidak sadar kita sebenarnya sedang membangun kemiskinan. Dan sudah
barang tentu, bisnis yang dibangun adalah bisnis yang halal, yang syar’i
, yang tidak sekedar mendatangkan ‘berkat’ (Profit, Growth, Sustain)
namun juga berkah berlimpah. Oleh karenanya, sedikitpun kita tidak
berani mengatakan bahwa bisnis orang-orang muslim yang kebetulan masuk
40 besar orang terkaya di Indonesia adalah 100% halal. Bagi kita,
menjadi kaya itu hal yang biasa, tapi menjadi kaya yang tak biasa itu
baru ruarr biasa. Kaya dengan syar’i itulah kaya yang sebenarnya,
yopora? Bukankah Rasulullah saw telah bersabda, “Mencari yang HALAL
adalah wajib hukumnya atas setiap muslim.” [HR Thabrani]
Berikut kita ingin berbagi tentang 10 jurus pembuka rizki versi
‘langitan’. Kenapa langitan? Karena kalau dipikir secara rasio
matematis, terkadang memang tidak masuk di akal. Namun karena berasal
dari wahyu, wajib bagi kita untuk meyakininya. Adapun pendekatan versi
‘dunia’ bisa kita bahas lain kali. Kunci-kunci ini sendiri telah sekian
lama diyakini, diamalkan dan juga dibuktikan orang-orang yang telah
sukses. Mari kita mencobanya bersama…
*1. JURUS TAUBAT & ISTIGHFAR *
Alloh Subhanahu wa Ta’laa berfirman :
“Maka aku katakan kepada mereka,”Mohonlah ampun kepada Robb-mu,
sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan
hujan yang lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan
untukmu kebun-kebun dan me-ngadakan (pula di dalamnya) untukmu
sungai-sungai.”
(QS. Nuh : 10-12).
*Ibnu Katsir berkata,”Maknanya, jika kalian bertaubat kepada Alloh,
meminta ampun kepada-Nya dan kalian senantiasa menta’ati-Nya, niscaya
Dia akan membanyakkan rizki kalian dan menurunkan hujan serta keberkahan
dari langit, mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi, menumbuhkan
tumbuhan-tumbuhan untuk kalian, membanyakkan anak dan melimpahkan air
susu perahan untuk kalian, membanyakkan harta dan anak-anak untuk
kalian, menjadikan kebun-kebun yang di da-lamnya bermacam-macam
buah-buahan untuk kalian serta menga-lirkan sungai-sungai di antara
kebun-kebun itu.” (Tafsir Ibnu Katsir, 4 / 449)
Sebagian umat Islam menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup
dengan lisan semata, dengan hanya memperbanyak kalimat,
“Astaghfirullohal ‘adzim”. Tetapi kalimat itu tidak membe-kas di dalam
hati, juga tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan. Sesungguhnya
istighfar dan taubat ini adalah taubatnya orang yang dusta.
Imam An Nawawi menjelaskan,”Para ulama berkata,”Bertaubat dari segala
dosa adalah wajib. Jika dosa itu antara hamba dengan Alloh, yang tidak
ada sangkut pautnya dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga,
-pertama, hendaknya ia menjauhi dosa (maksiat) itu, -dua, ia harus
menyesali perbuatan dosa itu, -tiga, ia harus berkeinginan untuk tidak
mengulanginya lagi. Jika salah satunya hilang maka taubatnya tidak sah.
Jika taubat itu berkaitan dengan hak manusia maka syaratnya ada empat.
Ketiga syarat di atas dan -ke empat, hendaknya ia membebaskan diri
(memenuhi) hak orang tersebut. Jika berbentuk harta benda atau
sejenisnya maka ia harus mengembalikannya. Jika berupa (had) hukuman
tuduhan atau sejenisnya maka ia harus memberinya kesempatan untuk
membalas-nya atau meminta maaf padanya. Jika berupa ghibah (menggunjing)
maka ia harus meminta maaf.”
(Riyadush Sholihin).
*2. JURUS IMAN & TAQWA*
Alloh Subhanahu wa Ta’laa berfirman :
"Dan tiadalah sesuatupun dari makhluk-makhluk yang bergerak di bumi
melainkan Allah jualah yang menanggung rezekinya dan mengetahui tempat
kediamannya dan tempat ia disimpan. Semuanya itu tersurat di dalam Kitab
(Lauh mahfuz) yang nyata (kepada malaikat-malaikat yang berkenaan)".
[QS. HUD:6]
"Dan (ingatlah) berapa banyak binatang yang tidak membawa rezekinya
bersama, Allah jualah yang memberi rezeki kepadanya dan kepada kamu; dan
Dia lah jua Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui". [QS: Al-Ankabut:60]
“Barangsiapa bertaqwa kepada Alloh, niscaya Dia akan mengada-kan jalan
keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tidak
disangka-sangka.” (QS. Ath Tholaq : 2-3 )
Rosululloh SAW. bersabda:
مَنْ كَانَتْ الْآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ
رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ وَلَمْ
يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا قُدِّرَ لَهُ (الترمذي:2389).
Barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, maka Alloh
menjadikan rasa kaya di hatinya, memudahkan urusannya, dan dunia akan
mendatanginya dengan cara-cara yang mudah, dan barang siapa yang
menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, maka Alloh akan menjadikan
rasa miskin di pelupuk matanya, mempersulit urusannya dan dunia tidak
akan dating kepadanya kecuali yang telah ditakdirkan atasnya (HR.
At-Tirmidzi: 2389)
ِنَّ رُوْحَ الْقُدْسِ نَفَثَ فِيْ رَوْعِيْ: إِنَّ نَفْسًا لاَ تَمُوْتُ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ رِزْقُهَا فَاتَّقُوْا اللهَ
وَأَجْمِلُوْا فِيْ الطَّلَبِ وَلاَ يَحْمِلَنَّكُمْ اِسْتِبْطَاءُ الرِّزْقِ أَنْ تَطْلُبُوْهُ بِمَعَاصِيْ اللهِ فَإِنَّ
اللهَ لاَ يُدْرَكُ مَا عِنْدَهُ إِلاَّ بِطَاعَتِهِ
Malaikat Jibril membisikkan di dalam hatiku, bahwa suatu jiwa tidak akan
mati hingga telah sempurna rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada
Allah dan carilah (rezeki) dengan cara yang baik —halal, proporsional
dan tidak tersibukkan dengannya— dan hendaklah tertundanya (lambatnya
datang) rezeki tidak mendorong kalian untuk mencarinya dengan
kemaksiatan kepada Allah, karena sesungguhnya keridhaan di sisi Allah
tidak akan bisa diraih kecuali dengan ketaatan kepada-Nya (HR Abu
Nu’aim, al-Baihaqi dan al-Bazar dari Ibn Mas’ud)
ِنَّ أَحَدَكُمْ لَنْ يَمُوْتَ حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ، فَلاَ تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ، وَاتَّقُوا اللهَ أَيُّهَا
النَّاس، وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ، خُذُوْا مَا حَلَّ وَدَعُوْا مَا حَرُمَ
"Sesungguhnya seseorang diantara kalian tidak akan mati kecuali setelah
dia mendapatkan seluruh rizki(yang ALLOH SWT. taqdirkan) secara
sempurna. Maka janganlah kalian bersikap tidak sabaran dalam menjemput
rizki. BerTAQWAlah kepada ALLOH wahai manusia! Carilah rizki yang
proporsional, ambillah yang HALAL & tinggalkan yang HARAM (HR. Al-Hakim
dari Jabir)
*Al Hafidz Ibnu Katsir berkata,”Maknanya, barangsiapa bertaqwa kepada
Alloh dengan melakukan apa yang diperinyahkan-Nya dan meninggalkan apa
yang dilarang-Nya, niscaya Alloh akan memberi-nya jalan keluar serta
rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari arah yang tidak
pernah terlintas dalam benaknya.”
(Tafsir Ibnu Katsir, QS. Ath Tholaq : 2-3).
Para ulama telah menjelaskan apa yang dimaksud dengan taqwa. Di
antaranya, Imam Ar Roghib Al Ashfahani berkata,”Taqwa yaitu menjaga jiwa
dari perbuatan yang membuatnya berdosa, dan itu dengan meninggalkan apa
yang dilarang, dan menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian yang
dihalalkan.”
(Al Mufrodat fie Ghoribil Qur’an)
Orang yang melihat dengan kedua bola matanya apa yang diharam-kan Alloh,
atau mendengarnya dengan kedua telinganya apa yang di-murkai Alloh
Subhanahu wa Ta’laa, atau mengambilnya dengan kedua tangannya apa yang
tidak diridloi Alloh Subhanahu wa Ta’laa, atau berjalan ke tempat yang
di kutuk Alloh Subhanahu wa Ta’laa, berarti ia tidak menjaga dirinya
dari dosa.
Jadi, orang yang membangkang perintah Alloh Subhanahu wa Ta’laa serta
melakukan apa yang dilarang-Nya, dia bukanlah termasuk orang-orang yang
bertaqwa. Orang yang menceburkan diri ke dalam maksiat, sehingga ia
pantas mendapat murka Alloh Subhanahu wa Ta’laa, maka ia telah
mengeluarkan dirinya dari barisan orang-orang yang bertaqwa.
*3. JURUS BERSYUKUR & TAWAKKAL*
Allah SWT berfirman,
“Sesungguhnya jika kamu BERSYUKUR, pasti Kami akan menambah (nikmat)
kepadamu..” [TQS Ibrahim : 7]
Alloh Subhanahu wa Ta’laa berfirman :
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan
jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rizki dari arah yg tidak
disangka-sangkanya. Dan barangsiapa BERTAWAKKAL kepada Allah, niscaya
Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.” [TQS at-Talaq : 2-3]
*Menafsirkan ayat tersebut, Ar Robi’ bin Khutsaim
berkata,”(mencu-kupkan) dari setiap yang membuat sempit manusia.”
(Syarhus Sunnah, 14 / 298)
Menjelaskan makna tawakkal para ulama berkata, diantaranya Imam Ghozali,
Beliau berkata,”Tawakkal adalah penyandaran hati hanya kepada “WAAKIL”
(yang ditawakkali) semata.”
(Ihya’ Ulumuddin, 4 / 259)
Al Allamah Al Manawi berkata,”Tawakkal adalah menampakkan kelemahan
serta penyandaran (diri) kepada yang ditawakkali.”
(Faidhul Qodir, 5 / 311)
Rosululloh Sholallohu ‘alaihi was salam bersabda :
“Hendaklah kamu BERSYUKUR. Sesungguhnya bersyukur akan menambah
kenikmatan Allah.” [HR Ath-Thabrani]
لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُوْنَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكَّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُوْ خِمَاصًا
وَتَرُوْحُ بِطَانًا
“Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Alloh sebenar-benar
tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki
burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar dan pulang
sore hari dalam keadaan kenyang.”
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban)
Sebagian manusia ada yang berkata,”Jika orang yangbertawakkal kepada
Alloh itu akan diberi rizki, maka kenapa kita harus lelah, berusaha dan
mencari penghidupan. bukankah kita cukup duduk-duduk dan
bermalas-malasan, lalu rizki kita datang dari langit.”
Perkataan ini sungguh menunjukkan kebodohan orang yang mengucapkannya
tentang hakekat tawakkal. Imam Ahmad berkata,”Dalam hadits tersebut
tidak ada isyarat yang membolehkan untuk meninggalkan usaha. Sebaliknya
justru di dalamnya ada isyarat yang menunjukkan perlunya mencari rizki.
Jadi maksud hadits tersebut, bahwa seandainya mereka bertawakkal pada
Alloh dalam bepergian, kedatangan dan usaha mereka, dan mereka
mengeta-hui bahwa kebaikan (rizki) itu di tangan-Nya, tentu mereka tidak
akan pulang kecuali dalam keadaan mendapatkan harta dengan selamat,
sebagaimana burung-burung tersebut.”
(Tuhfatul Ahwadzi, 7 / 8)
Imam ahmad menambahkan,”Para shahabat juga berdagang dan bekerja dengan
pohon kurmanya. Dan merekalah teladan kita.”
(Fathul Bari, 11 / 305-306)
*4. JURUS MENIKAH*
Allah SWT berfirman,
“Dan NIKAHKANLAH orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan
orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang
laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan
mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha
Mengetahui.” [TQS An-Nur : 32]
*5. JURUS MEMUSATKAN PERHATIAN UNTUK BERIBADAH*
Rosululloh Sholallohu ‘alaihi was salam bersabda :
نَّ اللهَ تَعَالَى يَقُوْلُ: يَا ابْنَ آدَمَ، تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِي، أَمْلَأْ صَدْرَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ،
وَإِنْ لاَ تَفْعَلْ مَلَأْتُ يَدَيْكَ شُغْلاً وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ
Sesungguhnya Allah l berfirman, “Wahai anak Adam, pusatkan perhatianmu
untuk beribadah kepada-Ku niscaya Aku akan memenuhi hatimu dengan
kecukupan dan Aku akan tutupi kefakiranmu . Bila engkau tidak
melakukannya niscaya Aku akan memenuhi tanganmu dengan kesibukan (tidak
pernah merasa cukup) dan Aku tidak akan menutupi kefakiran/kemiskinanmu
.” (HR. At-Tirmidzi )
مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ
وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا كُتِبَ لَهُ،
وَمَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ لَهُ أَمْرَهُ
وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ
"Barang siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya maka Allah akan
mencerai beraikan urusannya, dan menjadikan kemiskinan di pelupuk
matanya, dan tidak akan datang dunia melainkan apa yang telah ditetapkan
baginya. Dan barang siapa yang akhirat menjadi niatnya maka Allah akan
menyatukan urusannya, dan menjadikan rasa kaya di hatinya, dan dunia
akan mendatanginya dalam keadaan hina.” (HR. Ibnu Majah)
إِنَّ اللهَ تَعَلىَ يَقُولُ : يَاابْنَ آدَمَ تَفَرَّغْ لِعِبَدَتِى أَمَْـَلأُصَدْرَكَ غِنىً, وَأَسُدُّ فَقْرَكَ. وَإِنْ
لاَ تَفْعَلْ مَلَأْتُ يَدَكَ شُغْلاً, وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ
“Sesungguhnya Alloh Ta’laa berfirman,”Wahai anak Adam. Beribadahlah
sepenuhnya kepada-Ku ! Niscaya Aku penuhi di dalam dada dengan kekayaan
dan aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan, niscaya aku
penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak aku penuhi kebutuhanmu.” (HR.
Ibnu Majah)
Al Mulla Ali Al Qori menjelaskan makna hadits -تَفَرَّغْ لِعِبَدَتِى –
“beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku.”, Beliau berkata,”Makna-nya,
jadikanlah hatimu benar-benar sepenuhnya (konsentrasi) untuk beribadah
kepada Robb-mu.” (Murqotul Mafatih, 9 / 26)
Hendaknya seseorang tidak mengira bahwa yang dimaksud beribadah
sepenuhnya adalah dengan meninggalkan usaha untuk mendapatkan
penghidupan dan duduk di masjid sepanjang siang dan malam. Hendaknya
seorang hamba beribadah dengan hati dan jasadnya, khusyu’ dan
merendahkan diri dihadapan Alloh Maha Esa. Menghadirkan hati, betapa
besar keagungan Alloh Subhanahu wa Ta’laa.
*A. QIYAMULLAYL
Rasulullah saw bersabda,
“Rabb kita yang Maha Suci dan Maha Luhur turun ka langit dunia setiap
malam ketika tinggal SEPERTIGA MALAM terakhir. Dia SWT berkata;
Barangsiapayang berdoa kepada-Ku niscaya Aku mengabulkannya, dan
barangsiapa yang meminta kepada-Ku niscaaya Aku memberinya, dan
barangsiapa yang meminta ampunan niscaya Aku mengampuninya.” [HR
Bukhari, Muslim]
*B. SHOLAT DHUHA
Rasulullah saw bersabda,
“Barangsiapa mengerjakan sholat DHUHA 6 rakaat maka akan diberikan
kecukupan rizki pada hari itu.” [HR ath-Thabrani]
*C. DOA ORANG TUA & PASANGAN (Suami-Istri)
Dan Tuhan-Mu berfirman, “BERDOALAH kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkan
doa kalian.” [TQS Al Mu’min : 60]
Rasulullah saw bersabda,
“Mintalah kepada Allah, karena Allah senang jika diminta.” [HR Tirmidzi]
“Tiga DOA yang akan dikabulkan dan tidak diragukan lagi padanya, yaitu
(salah satunya) DOA orang tua kepada anaknya..” [HR Abu Daud, Tirmidzi
dan Ahmad]
*6. JURUS INFAQ FISABILILLAH & SEDEKAH*
Alloh Subhanahu wa Ta’laa berfirman :
"Siapakah orangnya yang (mahu) memberikan pinjaman kepada Allah sebagai
pinjaman yang baik (yang ikhlas) supaya Allah melipatgandakan balasannya
dengan berganda-ganda banyaknya? Dan (ingatlah), Allah jualah Yang
menyempit dan Yang meluaskan (pemberian rezeki) dan kepadaNyalah kamu
semua dikembalikan". [QS. Al-Baqoroh:245]
"Bandingan (derma) orang-orang yang membelanjakan hartanya pada jalan
Allah, ialah sama seperti sebiji benih yang tumbuh menerbitkan tujuh
tangkai; tiap-tiap tangkai itu pula mengandungi seratus biji. Dan
(ingatlah), Allah akan melipatgandakan pahala bagi sesiapa yang
dikehendakiNya, dan Allah Maha Luas (rahmat) kurniaNya, lagi Meliputi
ilmu pengetahuanNya". [QS. Al-Baqoroh:261]
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Alloh akan menggantinya
dan Dialah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya.”
(QS. Saba’ : 39)
Ibnu Katsir berkata dalam menafsirkan ayat di atas,”Betapapun sedikit
apa yang kamu infaqkan dari apa yang diperintahkan Alloh kepadamudan apa
yang diperbolehkan-Nya, niscaya Dia akan menggantinya untukmu di dunia,
dan di akhirat engkau akan diberi pahala dan ganjaran.” (Tafsir Ibnu
Katsir, 3 / 595)
Syaikh Ibnu Asyur berkata,”Yang dimaksud dengan infaq di sini adalah
infaq yang dianjurkan dalam agama. Seperti berinfaq kepada orang-orang
fakir dan berinfaq di jalan Alloh untuk menolong agama.” (Tafsirut
Tahrir wa Tanwir, 22 / 221)
Rasulullah saw bersabda,
“Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada ditangan-Nya, jika memang aku terpaksa
bersumpah; Tidak akan berkurang harta karena SEDEKAH, maka
bersedekahlah.” [HR Ahmad, Malik dan Tirmidzi]
“Janganlah kamu menghitung-hitung untuk BERSEDEKAH karena takut miskin,
sebab nanti Allah menyempitkan rizki bagimu.” [HR Bukhari].
“Dahulu ada dua orang bersaudara pada masa Rosululloh Sholallohu ‘alaihi
was salam . Salah seorang dari mereka mendatangi Nabi Sholallohu ‘alaihi
was salam (untuk menuntut ilmu) dan (saudaranya) yang lain pergi
bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu pada Nabi Sholallohu
‘alaihi was salam . Maka Beliau Sholallohu ‘alaihi was salam
bersabda,”Mudah-mudahan engkau diberi rizki karena sebab dia” (HR. Tirmidzi)
Al Mulla Ali Al Qori menjelaskan sabda Nabi Sholallohu ‘alaihi was salam :
لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ
”…Mudah-mudahan engkau diberi rizki dengan sebab dia”
“Yang menggunakan shighot majhul (ungkapan kata kerja pasif) itu
berkata, yakni, aku berharap atau aku takutkan bahwa engkau sebe-narnya
diberi rizki karena berkahnya. Dan bukan berarti dia(si penuntut ilmu)
diberi rizki karena pekerjaanmu. Oleh sebab itu jangan engkau
mengungkit-ungkit pekerjaanmu kepadanya.”
(Murqotul Mafatih, 9 / 171)
Mush’ab bin Sa’d Rodliallohu ‘anhu berkata : “Bahwasanya Sa’d
Rodliallohu ‘anhu merasa dirinya memiliki kelebihan daripada orang lain,
maka Rosululloh Sholallohu ‘alaihi was salam bersabda :
هَلْ تُنْصَرُونَ وَتُرْزَقُونَ إِلاَّ بِضُعَفَا ئِكُمْ
“Bukankah kalian ditolong dan diberi rizki lantaran orang-orang yang
lemah diantara kalian ?” (HR. Bukhori)
Karena itu, siapa yang ingin ditolong Alloh dan diberi rizki oleh-Nya
maka hendaklah ia memuliakan orang-orang yang lemah dan berbuat baik
kepada mereka.”
(Shohihul Bukhori)
*7. JURUS SILATURROHIM*
Rosululloh Sholallohu ‘alaihi was salam bersabda :
“Barangsiapa ingin dipanjangkan umurnya, dilapangkan rizkinya dan
diselamatkan dari su’ul khotimah, hendaklah dia bertaqwa kepada Allah
dan BERSILATURAHMI.” [HR Bazaar]
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُسْطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ, وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya
(diperpanjang usianya), maka hendaklah ia menyambung (tali)
silaturrahmi.” (HR. Bukhori)
Makna “ar rahim” adalah para kerabat dekat. Al Hafidz Ibnu Hajar
berkata,”Ar rahim secara umum adalah dimaksudkan untuk para kerabat
dekat. Antar mereka terdapat garis nasab (keturunan), baik berhak
mewarisi atau tidak, dan sebagai mahrom atau tidak. Menurut pendapat
lain, mereka adalah “maharim” (para kerabat dekat yang haram dinikahi)
saja. Pendapat pertama lebih kuat, sebab menurut batasan yang kedua,
anak-anak paman dan anak-anak bibi bukan kerabat dekat karena tidak
termasuk yang haram dinikahi, padahal tidak demikian.”
(Fathul Bari, 10 / 14)
Silaturrahim, sebagaimana dikatakan oleh Al Mulla Ali Al Qori adalah
kinayah (ungkapan / sindiran) tentang berbuat baik kepada para kerabat
dekat -baik menurut garis keturunan maupun perkawinan- berlemah lembut
dan mengasihi mereka serta menjaga keadaan mereka. (Murqotul Mafatih, 8
/ 645)
*8. JURUS HAJI & UMROH*
Rosululloh Sholallohu ‘alaihi was salam bersabda :
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وِالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيْرُ خَبَثَ
الْحَدِيدِ
“Lanjutkanlah haji dengan umroh atau sebaliknya. Karena sesungguhnya
keduanya dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana api
dapat mengilangkan kotoran besi.”
(HR. An Nasa’i)
Syaikh Abul Hasan As Sindi menjelaskan haji dengan umroh atau
sebaliknya, berkata,”Jadikanlah salah satunya mengikuti yang lain,
dimana ia dilakukan sesudahnya. Artinya, jika kalian menunaikan haji
maka tunaikanlah umroh. Dan jika kalian menunaikan umroh maka
tunaikanlah haji, sebab keduanya saling mengikuti.”
(Hasyiyatul Imam As Sindi ‘ala Sunan An Nasa’i, 5 / 115)
Sedangkan Imam Ath Thoyyibi dalam menjelaskan sabda Nabi SAW.:
فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ
“…Sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa…”
“Kemampuan keduanya untuk menghilangkan kemiskinan seperti kemampuan
amalan bersedekah dalam menambah harta.”
(Faidhul Qodir, 3 / 225)
*9. JURUS BERBISNIS-BERDAGANG*
Rasulullah saw bersabda,
“Perhatikanlah olehmu sekalian PERDAGANGAN, sesungguhnya di dunia
perdagangan itu ada 9 dari 10 pintu rizki.” [HR Ahmad]
*10. JURUS HIJRAH & BERPRASANGKA BAIK*
Rasulullah saw bersabda,
“Allah SWT berfirman, ‘Aku tergantung prasangka hamba-Ku. Apabila ia
BERPRASANGKA BAIK kepada-Ku, maka kebaikan baginya. Dan bila
berprasangka buruk maka keburukan baginya.” [HR Ahmad]
Alloh Subhanahu wa Ta’laa berfirman :
“Barangsiapa berhijrah di jalan Alloh, niscaya mereka mendapati di muka
bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak.”
(QS. An Nisa : 100)
Qotadah berkata,”Maknanya, keluasan dari kesesatan kepada petunjuk, dan
dari kemiskinan kepada banyaknya kekayaan.”
(Tafsir Al Qurthubi, 5 / 348)
Imam Al Qurthubi berkata,”Sebab, keluasan negeri dan banyaknya bangunan
menunjukkan keluasan rizki. Juga menunjukkan kela-pangan dada yang siap
menanggung kesedihan dan pikiran serta hal-hal lain yang menunjukkan
kemudahan.”
(Tafsir Al Qurthubi, 5 / 348)
Imam Ar Roghib Al Ashfahani berkata bahwa hijrah adalah keluar dari
negeri kafir kepada negeri yang iman, sebagaimana para shahabat yang
berhijrah dari Makkah ke Madinah.
Sayid Muhammad Rosyid Ridlo mengatakan bahwa hijrah di jalan Alloh
Subhanahu wa Ta’laa harus dengan sebenar-benarnya. Artinya, maksud orang
yang berhijrah dari negerinya itu adalah untuk mendapatkan ridho Alloh
Subhanahu wa Ta’laa dengan menegakkan agam-Nya yang ia merupakan
kewajiban baginya, dan merupakan sesuatu yang dicintai Alloh Subhanahu
wa Ta’laa, juga untuk menolong saudara-saudaranya yang beriman dari
permusuhan orang-orang kafir.
Wallohu A’lam bish Sowwab.
---Selamat Mencoba---
================================
6 Amalan Pembuka Pintu Rezeki
Pertama: Istighfar
Allah Ta’ala berfirman,
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)
“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)
Terdapat sebuah atsar dari Hasan Al Bashri rahimahullah yang menunjukkan bagaimana faedah istighfar yang luar biasa.
أَنَّ رَجُلًا شَكَى إِلَيْهِ الْجَدْب فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر الْفَقْر فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر جَفَاف بُسْتَانه فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر عَدَم الْوَلَد فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، ثُمَّ تَلَا عَلَيْهِمْ هَذِهِ الْآيَة
“Sesungguhnya seseorang pernah mengadukan kepada Al-Hasan tentang musim paceklik yang terjadi. Lalu Al-Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.
Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kemiskinannya. Lalu Al-Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.
Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kekeringan pada lahan (kebunnya). Lalu Al-Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.
Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau karena sampai waktu itu belum memiliki anak. Lalu Al-Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.
Kemudian setelah itu Al-Hasan Al-Bashri membacakan surat Nuh di atas. (Riwayat ini disebutkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar di Fath Al-Bari, 11: 98)
Kedua: Menjalin silaturahim
Silaturahim adalah menjalin hubungan dengan kerabat yang pernah putus atau terus menjalin yang telah selama ini ada.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturahim.” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557).
Kata Imam Nawawi dilapangkan rezeki adalah diluaskan atau diperbanyak rezekinya. Juga bisa maksudnya adalah Allah berkahi rezekinya. (Syarh Shahih Muslim, 16: 104)
Ibnu Hajar dalam Al-Fath menjelaskan, “Silaturahmi dimaksudkan untuk kerabat, yaitu yang punya hubungan nasab, baik saling mewarisi ataukah tidak, begitu pula masih ada hubungan mahrom ataukah tidak.”
Ketiga: Memperbanyak sedekah
Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim, no. 2588)
Makna hadits di atas sebagaimana dijelaskan oleh Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullah ada dua penafsiran:
Harta tersebut akan diberkahi dan akan dihilangkan berbagai dampak bahaya padanya. Kekurangan harta tersebut akan ditutup dengan keberkahannya. Secara inderawi dan realita bisa dirasakan.
Walaupun secara bentuk harta tersebut berkurang, namun kekurangan tadi akan ditutup dengan pahala di sisi Allah dan akan terus ditambah dengan kelipatan yang amat banyak. (Syarh Shahih Muslim, 16: 128)
Keempat: Bertakwa pada Allah
Allah Ta’ala berfirman,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا , وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3)
Ibnu Taimiyah rahimahullah memberikan kita penjelasan menarik mengenai pengertian takwa. Beliau rahimahullah berkata,
“Takwa adalah seseorang beramal ketaatan pada Allah atas cahaya (petunjuk) dari Allah karena mengharap rahmat-Nya dan ia meninggalkan maksiat karena cahaya (petunjuk) dari Allah karena takut akan siksa-Nya. Tidaklah seseorang dikatakan mendekatkan diri pada Allah selain dengan menjalankan kewajiban yang Allah tetapkan dan menunaikan hal-hal yang sunnah. Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِى بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ
“Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Aku cintai. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” Inilah hadits shahih yang disebut dengan hadits qudsi diriwayatkan oleh Imam Bukhari.” (Majmu’ Al-Fatawa, 10: 433)
Kelima: Melakukan haji dan umrah
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ
“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak.” (HR. An-Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1: 387. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
Keenam: Memperbanyak doa minta rezeki
Doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia menyatakan:
Setiap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Shubuh, setelah salam, beliau membaca do’a berikut,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.
Artinya:
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Juga do’a lainnya dari hadits ‘Ali, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan doa berikut,
اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.
Artinya:
“Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
Yang Jelas: Jangan Sampai Tempuh Cara yang Haram
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ رُوْحَ القُدُسِ نَفَثَ فِي رَوْعِي إِنَّ نَفْسًا لاَ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ رِزْقُهَا ، فَاتَّقُوْا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ ، وَلاَ يَحْمِلَنَّكُمْ اِسْتَبْطَاءَ الرِّزْقُ أَنْ تَطْلُبُوْهُ بِمَعَاصِي اللهَ ؛ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُدْرِكُ مَا عِنْدَهُ إِلاَّ بِطَاعَتِهِ
“Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rezeki. Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” (HR. Musnad Ibnu Abi Syaibah 8: 129 dan Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 8: 166, hadits shahih. Lihat Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah no. 2866).
Dalam hadits disebutkan bahwa kita diperintah untuk mencari rezeki dengan cara yang baik atau diperintahkan untuk “ajmilu fit tholab”. Apa maksudnya?
Janganlah berputus asa ketika belum mendapatkan rezeki yang halal sehingga menempuh cara dengan maksiat pada Allah. Jangan sampai kita berucap, “Rezeki yang halal, mengapa sulit sekali untuk datang?”
Jangan sampai engkau mencelakakan dirimu untuk sekedar meraih rezeki.
Intinya karena tidak sabar. Seandainya mau bersabar mencari rezeki, tetap Allah beri karena jatah rezeki yang halal sudah ada. Coba renungkan perkataan Ibnu ‘Abbas berikut ini. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,
ما من مؤمن ولا فاجر إلا وقد كتب الله تعالى له رزقه من الحلال فان صبر حتى يأتيه آتاه الله تعالى وإن جزع فتناول شيئا من الحرام نقصه الله من رزقه الحلال
“Seorang mukmin dan seorang fajir (yang gemar maksiat) sudah ditetapkan rezeki baginya dari yang halal. Jika ia mau bersabar hingga rezeki itu diberi, niscaya Allah akan memberinya. Namun jika ia tidak sabar lantas ia tempuh cara yang haram, niscaya Allah akan mengurangi jatah rezeki halal untuknya.” (Hilyah Al-Auliya’, 1: 326)
=======================
18 Doa Amalan Pembuka Pintu Rezeki, dan Kekayaan
Dalam pembahasan ini akan menuliskan sedikit yang mungkin dapat
bermanfaat bagi pembaca yang ingin merubah hidup lebih baik lagi salah
satu menjemput rizki yang berlimpah. Lantas bagaimana*amalan pembuka
pintu rezeki dan kekayaan
* ? Inilah yang sudah dituliskan oleh bapak /ustad yusuf Mansur/ semoga
dapat berguna bagi semuanya.
*_Doa Amalan Pembuka Pintu Rezeki, dan Kekayaan_*
Dalam memperoleh rezeki dianjurkan kita untuk berusaha secara lahir
maupun batin. Bagi anda yang ingin mudah untuk mendapatkan rezeki
ataupun melancarkan rezeki. Ada beberapa /doa dan amalan
/wirid/mustajab/ yang bisa untuk lakukan, lantas bagiamana caranya ?
Adapun yang sudah dianjurkan oleh beliau /ustad Yusuf Mansur/ sebagai
berikut.
1. Perbanyak Istighfar
Manfaat atau khasiat istighfar sangatlah banyak sekali salah satu mudah
mendapatkan rezeki. Bagi siapa yang selalu beristighfar niscaya Allah
SWT akan menjadikan ia kelapangan dari macam kegundahan, mendapatkan
jalan keluar dari segala macam kesempitan yang sudah dihadapinya dan
Allah SWT akan memberikan ia rezeki dari arah yang tidak di
sangka-sangka (HR Abu Daud nomer 1518).
2. Perbanyak Silaturahmi
Bagi siapa yang ingin dilapangkan rezekinya serta di lambatkan ajalkan
maka ia hendaklah menyambung silaturahmi (HR Bukhari).
3. Perbanyak Sedekah
Keajaiban sedekah sangat banyak sekali dan sudah tidak diragukan lagi
salah satu untuk mendapatkan rezeki yang melimpah ruah. Sesungguhnya
orang yang bersedia bersedekah baik perempuan maupun laki-laki serta
meminjamkan pada Allah SWT pinjaman yang baik, maka nicaya akan dilipat
gandakan ganjaranya mereka, serta mendapatkan pahala yang banyak (QS Al
Hadid ayat 18).
4. Bertawakal Pada Allah SWT
Seandainya kamu bertawakal pada Allah dengan benar-benar tawakal, maka
niscaya kamu akan diberikan rezeki seperti burung yang diberi rezeki,
pagi hari lapar dan sore hari akan kenyang (HR Tirmiddzi).
Bagi siapa yang bertawakal pada Allah SWT, maka niscaya Allah akan
mencukupi kebutuhannya (QS At-Thalaq ayat 3).
5. Bertaubat
Dan seorang manusia itu akan di haramkan baginya rezeki sebab dosa yang
sudah dibuatnya (HR Tirmidzi).
6. Perbanyak Dzikir
Perbanyaklah berdzikir kepada Allah SWT, karena sesungguhnya Allah SWT
memiliki 99 nama yang indah yakni (Asmaul Husna), anda dapat mengamalkan
wirid dzikir AR RAZZAQ yang artinya Maha Pemberi Rezeki. Dan ingatlah
bahwa hanya dengan mengingat Allah SWT hati kita akan menjadi tentram
(QS Ar-Ra’d ayat 28).
7. Perbanyak Beramal Sholeh (Membantu Orang).
Tidaklah engkau diberi pertolongan serta di berikannya rezeki melainkan
karena orang-orang yang lemah dikalangan kamu (HR Bukhari).
8. Perbanyak Bersyukur
Sesungguhnya apabila kamu bersyukur, maka niscaya Aku akan tambahkan
nikmat-Ku padamu, serta apabila kamu telah kufur, maka sesungguhnya
azab-Ku sangat keras (QS Ibrahim ayat 7).
9. Rajin beribadah pada Allah SWT
Wahai anak manusia, sempatkanlah kamu untuk menyembah-Ku, maka Aku akan
membuat hatimu akan kaya serta menutup kefakiranmu (HR Tirmidzi).
10. Berbakti Kedua Orang Tua
Bagi siapa yang berbakti pada kedua orang tuanya, maka kebahagiaanlah
buatnya serta Aku akan memperpanjang umurnya (HR Hakim).
11. Perbanyak Sholat Sunnah Salah Satu Sholat Tahajud
Bagi siapa yang meminta pada-Ku, maka Aku akan memperkenankan
permintaanya, bagi siapa yang meminta pada-Ku maka akan Aku ampuni (HR
Bukhari).
*12*. Perbanyak Berdoa pada Allah SWT
Sebagai umat muslim kita wajib untuk perbanyak berdoa, maka hendaklah
selalu berdoa pada Allah SWT untuk meminta rezeki yang halal dan barokah.
_
_
*_Amalan Mustajab Untuk Memudahkan Rezeki Lancar_*
*
*
13. Amalan ampuh untuk mudah rezeki
* Mendirikan shalat hajat 2 rokaat antara jam 12 malam hingga jam 4 pagi
* Membaca surah Al-fatihah sebanyak 114 kali
* Membaca Al-Ikhlas sebanyak 27 kali
* Membaca Al-Insyirah sebanyak 17 kali
* Membaca wirid dzikir Yaa Qayum birahmatika Yaa Hayuu Yaa
Arhamarrahimin sebanyak 21 kali
* Sesudah melakukan amalan diatas kemudia berdoa memohon rezeki pada
Allah SWT.
* Setelah anda menenyesaikan doa, kemudian dilanjutkan dengan
melakukan sholat tahajud sebanyak 2 rokaat dan di tutup dengan 3
rokaat sholat witir.
Dengan mengamalkan amalan pembuka pintu rezeki diatas, maka insyaAllah
rezeki semakin lancar, amalan diatas dijizahkan oleh ustadz haji Galih
Gumelar.
*_Amalan Ayat Al Qur’an Untuk Murah Rezeki_*
14. Amalan Rezeki dengan Surat Al Fatihah
1. Bagi siapa senantiasa membaca surah Al Fatihah sesudah selesai sholat
subuh sebanyakk 30x, sholat Ashar sebanyak 20x, sholat Maghrib sebanyak
15 kali, dan sholat Isya’ sebanyak 10, maka rezeki akan semakin di
mudahkan Allah SWT.
2. Bagi siapa yang membaca surat Al Fatihah sebanyak 41x diantara sholat
sunnat Qobliyah serta sholat Shubuh, maka segala hutang akan terbayar,
sebab selalh ada jalan serta rezeki akan lancar.
3. Ketika hari Ahad yang ada dipermulaan bulan (bulan Hijriyah), bacalah
surah Al Fatihah sebanyak 70x, hari senin dibaca 60x, hari selasa dibaca
50x, hari rabu dibaca 40 kali, hari kamis dibaca 30x, hari jum’at dibaca
20x dan hari sabtu dibaca 10x, lalu di ulang hingga satu bulan lamanya,
maka tungguhlah keajiban rezeki anda.
15. Amalan Rezeki dengan Surat Al Waqiah
1. Apabila anda meminta pada Allah agar datang rezeki melimpah, maka
selalu senantiasa membaca surat Al Waqiah sebanyak 41 kali sekali duduk
(tidak berpindah dan menghadap kiblat), seringlah selalu membaca surah
Al Waqiah dengan khusyu’, istiqomah dan ikhlas untuk mengaharapkan
rezeki melimpah pada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda : Bagi siapa senantiasa membaca surah Al Waqiah
setiap hari, maka niscaya dia tidak akan di timpa kefakiran selamanya
(Hadist).
16. Amalan Rezeki dengan Surat Al-Ikhlas
1. Apabila ingin dikaruniai Allah SWT rezeki banyak dan melimpah, maka
senantiasa membaca surat Al Ikhlas sebanyak 1000x, lalu dilanjut berdoa
memohon pada Allah SWT agar di lapangkan rezeki, insyaAllah hajat akan
terkabul.
2. Jika ingin tahu usaha apa yang bisa mendatangkan rezeki banyak. Maka
cobalah : ketika malam jum’at bacalah surat Al-Ikhlas sebanyak 66x,
kemduian baca lafadz Allah sebanyak 5000x, lalu baca MasyaAllah sebanyak
1000x, setelah itu baca sholawat sebanyak 10000x. sesudah itu tidur,
maka insyaAllah dalam mimpi akan di tunjukan pekerjaan yang membuat anda
sukses.
17. Amalan Rezeki dengan Surat Yaasin
1. Apabila ingin rezeki melimpah, maka bacalah surat Yasin sebanyak 41x
sekali duduk, insyaAllah rezeki akan semakin lancar.
18. Amalan Rezeki dengan Basmalah
1. Bagi siapa yang membaca Basmalah sebanyal 313x saat matahari terbit
dengan cara menghadap kiblat lalu kemudian membaca sholawat sebanyak
100x, maka Allah SWT akan memberikan rezeki yang tidak di sangka-sangka.
2. Bagi siapa membaca Basmalah sebanyak 786 kali setiap hari selama satu
minggu dengan tujuan meningingikan rezeki lancar, insyaAllah akan terkabul.
3. Bagi siapa membaca Basmalah sebanyak 12 ribu kali, dan setiap 1000
kali bacalah shalawat serta salam pada Rasulullah. lalu berdoa meminta
rezeki pada Allah SWT, insyaAllah akan terkabul.
Itulah mengenai *doa amalan pembuka pintu rezeki, dan kekayaan
segala penjuru. Yang bisa disampaikan sekarang ini semoga dapat
bermanfaat bagi saudara-saudara ku sekalian, sallam.
======================
Wirid Doa Pembuka Pintu Rejeki
Ada banyak wirid dan doa tentang rezeki yang yang sudah ditulis di
blog ini. Namun saya masih akan menambahkan satu wirid pembuka pintu
rezeki lagi yang mungkin akan bisa menambah perbendaharaan doa anda.
Sebab barang kali jodoh orang dengan suatu amalan berbeda-beda. Ada yang
cocok dengan amalan ini, tapi ada yang cocok dengan amalan yang itu.
Selain wirid al-Waqi’ah untuk rejeki melimpah
ada lagi amalan ampuh yang Insya Allah dengan Izin Allah dapat
digunakan untuk membuka segala pintu rezeki dengan izin Allah SWT. Tentu
saja ini adalah sarana batin, usaha lahir dengan berikhtiar dan bekerja
keras tetap harus dilakukan.
Amalan Wirid ini di berika oleh Ustadz H. Galih Gumelar kepada beberapa
pasiennya, dan Alhamdulillah terbukti memberikan solusi kepada mereka
yang mengamalkan. Apa amalan pembuka rejeki itu?
Inilah amalan ampuh pembuka pintu rezeki :
Pertama, Shalat Hajat 2 Rakaat setelah jam dua belas malam (antara jam
12 hingga jam 4 pagi)
Lalu, baca Al-fatiha 114 x
Baca Al-Ikhlas 27 x
Baca Al-Insyirah ( Alam Nasrah ) 17 x
Baca Yaa Hayuu Yaa Qayum birahmatika Yaa Arhamarrahimin 21 x
Setelah selesai, lanjutkan dengan doa memohon rezeki (terserah anda yang
mengamalkan) pakai bahasa yang kita mengerti.
Setelah selesai doa, lalu melakukan shalat tahajjud 2 rakaat dan
ditutup 3 rakaat witir. Insya Allah dengan mengamalkan doa rezeki diatas,
permasalah rezeki atau ekonomi anda bisa teratasi. Amin…
================================
Doa Pembuka Rezeki Menurut Al Qur’an dan Hadist
Barangsiapa yang berdoa kepada Allah dengan hati yang khusyu’ dan berdoa sesuai dengan aturan syariat maka tidak ada penghalang diterima doa tersebut. Hal ini sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala kabarkan dalam firman-Nya:
إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ
“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90)
Di antara doa doa yang berkaitan dengan Doa Pembuka Rezeki Menurut Al Qur’an dan Hadist adalah sebagai berikut ini:
1. Diturunkannya rezeki dengan memperbanyak istighfar.
Dalil tuntunan tersebut firman Allah ta’ala,
“فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً . يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً”
Artinya: “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu” (QS. Nuh: 10-12)
Di antara lafadz istighfar yang ada terdapat dalam hadist adalah:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
Astaghfirullâh. (HR. Muslim)
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه
Astaghfirullôhal ‘azhîm alladzî lâ ilâha illâ huwal hayyul qoyyûm wa atûbu ilaih. (HR. Tirmidzi dan dinilai sahih oleh al-Albani)
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْت
“Allôhumma anta robbî lâ ilâha illa anta kholaqtanî wa anâ ‘abduka wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’ûdzubika min syarri mâ shona’tu, abû’u laka bini’matika ‘alayya, wa abû’u bi dzanbî, faghfirlî fa innahu lâ yaghfirudz dzunûba illa anta”. HR. Bukhari.
Lafaz yang terakhir ini merupakan sayyidul istighfar yaitu sebaik-baiknya istigfar. Karena barangsiapa mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan, lalu meninggal di sore harinya maka ia akan dimasukkan ke surga. Begitu pula jika diucapkan di malam hari dengan meyakini maknanya, lalu ia meninggal di pagi harinya maka ia akan dimasukkan ke surga.(HR. Al-Bukhari – Fathul Baari 11/97)
2. Doa memohon limpahan rezeki
اَللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Artinya :
“Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang orang yang bersama kami dan yang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan engkau, beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki yang paling utama.” (QS. Al-Maidah/5: 114)
3. Do’a Meminta Kesehatan dan Kelapangan Rizki
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاهْدِني ، وَعَافِني ، وَارْزُقْنِي
“Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii.” Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku.
Keutamaan meminta rizki yaitu agar dimudahkan oleh Allah untuk memperolehnya sehingga tidak sampai lalai dari melakukan ketaatan. Rizki itu ada dua macam yaitu yang bisa menegakkan badan dan bisa menguatkan hati. Menguatkan badan yaitu melalui makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Menguatkan hati yaitu melalui ilmu bermanfaat (ilmu diin) dan amalan sholih. Permintaan rizki tersebut mencakup dua macam rizki ini.
4. Doa minta kecukupan rezeki
اَللّٰهُمَّ اَكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.
Artinya :
“Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.” (HR. Ahmad)
5. Doa agar terlepas dari jeratan hutang
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri, pada suatu hari Rasulullah saw. hendak memasuki masjid. Ketika itu beliau mendapati seorang sahabat dari Anshar yang bernama Abu Umamah yang sedang duduk merenung di dalam masjid. Rasulullah saw. bersabda: “Ada apakah gerangan engkau duduk di dalam masjid ketika bukan waktu shalat?” Dia menjawab “Kegelisahan dan pikiran atas hutang yang selalu menyelimutiku wahai Rasul.” Beliau berkata “Maukah aku ajarkan perkataan yang apabila engkau ucapkan maka Allah Azza wa Jalla akan menghilangkan kegelisahanmu dan melunaskan hutang-hutangmu?” Ia menjawab “Iya ya Rasulullah” kemudian Rasul bersabda “Apabila kamu berada di pagi dan sore hari maka ucapkanlah :
اَللّٰهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزْنِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَتِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ.
Artinya :
“Ya Allah aku berlindung kepa-Mu dari kegundahan dan kesedihan dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan bakhil dan aku berlindung kepada-Mu dari terlilit hutang dan pemaksaan dari orang lain.” (HR. Abu Dawud).
Dan Abu Umamah berkata : “Kemudian aku melaksanakannya dan ternyata Allah Azza wa Jalla menghilangkan kegundahanku dan melunaskan hutang-hutangku.” (HR. Abu Dawud)
6. Doa agar menghilangkan kefakiran dan melunaskan hutang
اللّٰهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْـمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةَ وَالإِنْجِيْلَ وَالقُرْآنَ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شرِّ كُلِّ ذِي شَرٍّ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، أَنْتَ الأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَالظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَالْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنِّي الدَّيْنَ وَاغْنِنِيْ مِنَ الْفَقْرِ.
Artinya :
“Ya Allah, Tuhan bagi tujuh lapisan langit, juga Tuhan ‘Arasy yang agung. Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu. Yang menurunkan Taurat, Injil dan Quran. Yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan menghasilkan buah-buahan. Aku mohon berlindung denganMu daripada kejahatan segala suatu yang jahat yang ubun-ubunnya di dalam genggaman-Mu. Engkaulah yang awal, tiada suatu pun yang sebelum Engkau. Engkaulah yang akhir, tiada suatu pun yang selepas Engkau. Engkaulah yang zahir, tiada suatu pun yang di atas Engkau. Engkaulah yang batin, tiada suatu pun yang di bawah Engkau. Tunaikanlah hutangku dan berilah aku kekayaan daripada kefakiran.” (HR. At-Tirmizi dan dinilai Hasan Sahih).
7. Doa Mudah Rezeki dan Terhindar Dari Kekufuran
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ
Artinya :
“Ya Allah, aku berlindung dari kekufuran, kemiskinan dan siksa kubur.” (HR. Ahmad, Nasa’i, dan Abi Syaibah).
========================
Wirid Doa Pembuka Pintu Rejeki
Ada banyak wirid dan doa tentang rezeki yang yang sudah ditulis di
blog ini. Namun saya masih akan menambahkan satu wirid pembuka pintu
rezeki lagi yang mungkin akan bisa menambah perbendaharaan doa anda.
Sebab barang kali jodoh orang dengan suatu amalan berbeda-beda. Ada yang
cocok dengan amalan ini, tapi ada yang cocok dengan amalan yang itu.
Selain wirid al-Waqi’ah untuk rejeki melimpah
ada lagi amalan ampuh yang Insya Allah dengan Izin Allah dapat
digunakan untuk membuka segala pintu rezeki dengan izin Allah SWT. Tentu
saja ini adalah sarana batin, usaha lahir dengan berikhtiar dan bekerja
keras tetap harus dilakukan.
Amalan Wirid ini di berika oleh Ustadz H. Galih Gumelar kepada beberapa
pasiennya, dan Alhamdulillah terbukti memberikan solusi kepada mereka
yang mengamalkan. Apa amalan pembuka rejeki itu?
Inilah amalan ampuh pembuka pintu rezeki :
Pertama, Shalat Hajat 2 Rakaat setelah jam dua belas malam (antara jam
12 hingga jam 4 pagi)
Lalu, baca Al-fatiha 114 x
Baca Al-Ikhlas 27 x
Baca Al-Insyirah ( Alam Nasrah ) 17 x
Baca Yaa Hayuu Yaa Qayum birahmatika Yaa Arhamarrahimin 21 x
Setelah selesai, lanjutkan dengan doa memohon rezeki (terserah anda yang
mengamalkan) pakai bahasa yang kita mengerti.
Setelah selesai doa, lalu melakukan shalat tahajjud 2 rakaat dan
ditutup 3 rakaat witir. Insya Allah dengan mengamalkan doa rezeki diatas,
permasalah rezeki atau ekonomi anda bisa teratasi. Amin…
==========================
18 Doa Amalan Pembuka Pintu Rezeki, dan Kekayaan
Dalam pembahasan ini akan menuliskan sedikit yang mungkin dapat
bermanfaat bagi pembaca yang ingin merubah hidup lebih baik lagi salah
satu menjemput rizki yang berlimpah. Lantas bagaimana*amalan pembuka
pintu rezeki dan kekayaan
* ? Inilah yang sudah dituliskan oleh bapak /ustad yusuf Mansur/ semoga
dapat berguna bagi semuanya.
*_Doa Amalan Pembuka Pintu Rezeki, dan Kekayaan_*
Dalam memperoleh rezeki dianjurkan kita untuk berusaha secara lahir
maupun batin. Bagi anda yang ingin mudah untuk mendapatkan rezeki
ataupun melancarkan rezeki. Ada beberapa /doa dan amalan
/wirid/mustajab/ yang bisa untuk lakukan, lantas bagiamana caranya ?
Adapun yang sudah dianjurkan oleh beliau /ustad Yusuf Mansur/ sebagai
berikut.
1. Perbanyak Istighfar
Manfaat atau khasiat istighfar sangatlah banyak sekali salah satu mudah
mendapatkan rezeki. Bagi siapa yang selalu beristighfar niscaya Allah
SWT akan menjadikan ia kelapangan dari macam kegundahan, mendapatkan
jalan keluar dari segala macam kesempitan yang sudah dihadapinya dan
Allah SWT akan memberikan ia rezeki dari arah yang tidak di
sangka-sangka (HR Abu Daud nomer 1518).
2. Perbanyak Silaturahmi
Bagi siapa yang ingin dilapangkan rezekinya serta di lambatkan ajalkan
maka ia hendaklah menyambung silaturahmi (HR Bukhari).
3. Perbanyak Sedekah
Keajaiban sedekah sangat banyak sekali dan sudah tidak diragukan lagi
salah satu untuk mendapatkan rezeki yang melimpah ruah. Sesungguhnya
orang yang bersedia bersedekah baik perempuan maupun laki-laki serta
meminjamkan pada Allah SWT pinjaman yang baik, maka nicaya akan dilipat
gandakan ganjaranya mereka, serta mendapatkan pahala yang banyak (QS Al
Hadid ayat 18).
4. Bertawakal Pada Allah SWT
Seandainya kamu bertawakal pada Allah dengan benar-benar tawakal, maka
niscaya kamu akan diberikan rezeki seperti burung yang diberi rezeki,
pagi hari lapar dan sore hari akan kenyang (HR Tirmiddzi).
Bagi siapa yang bertawakal pada Allah SWT, maka niscaya Allah akan
mencukupi kebutuhannya (QS At-Thalaq ayat 3).
5. Bertaubat
Dan seorang manusia itu akan di haramkan baginya rezeki sebab dosa yang
sudah dibuatnya (HR Tirmidzi).
6. Perbanyak Dzikir
Perbanyaklah berdzikir kepada Allah SWT, karena sesungguhnya Allah SWT
memiliki 99 nama yang indah yakni (Asmaul Husna), anda dapat mengamalkan
wirid dzikir AR RAZZAQ yang artinya Maha Pemberi Rezeki. Dan ingatlah
bahwa hanya dengan mengingat Allah SWT hati kita akan menjadi tentram
(QS Ar-Ra’d ayat 28).
7. Perbanyak Beramal Sholeh (Membantu Orang).
Tidaklah engkau diberi pertolongan serta di berikannya rezeki melainkan
karena orang-orang yang lemah dikalangan kamu (HR Bukhari).
8. Perbanyak Bersyukur
Sesungguhnya apabila kamu bersyukur, maka niscaya Aku akan tambahkan
nikmat-Ku padamu, serta apabila kamu telah kufur, maka sesungguhnya
azab-Ku sangat keras (QS Ibrahim ayat 7).
9. Rajin beribadah pada Allah SWT
Wahai anak manusia, sempatkanlah kamu untuk menyembah-Ku, maka Aku akan
membuat hatimu akan kaya serta menutup kefakiranmu (HR Tirmidzi).
10. Berbakti Kedua Orang Tua
Bagi siapa yang berbakti pada kedua orang tuanya, maka kebahagiaanlah
buatnya serta Aku akan memperpanjang umurnya (HR Hakim).
11. Perbanyak Sholat Sunnah Salah Satu Sholat Tahajud
Bagi siapa yang meminta pada-Ku, maka Aku akan memperkenankan
permintaanya, bagi siapa yang meminta pada-Ku maka akan Aku ampuni (HR
Bukhari).
*12*. Perbanyak Berdoa pada Allah SWT
Sebagai umat muslim kita wajib untuk perbanyak berdoa, maka hendaklah
selalu berdoa pada Allah SWT untuk meminta rezeki yang halal dan barokah.
*_Amalan Mustajab Untuk Memudahkan Rezeki Lancar_*
13. Amalan ampuh untuk mudah rezeki
* Mendirikan shalat hajat 2 rokaat antara jam 12 malam hingga jam 4 pagi
* Membaca surah Al-fatihah sebanyak 114 kali
* Membaca Al-Ikhlas sebanyak 27 kali
* Membaca Al-Insyirah sebanyak 17 kali
* Membaca wirid dzikir Yaa Qayum birahmatika Yaa Hayuu Yaa
Arhamarrahimin sebanyak 21 kali
* Sesudah melakukan amalan diatas kemudia berdoa memohon rezeki pada
Allah SWT.
* Setelah anda menenyesaikan doa, kemudian dilanjutkan dengan
melakukan sholat tahajud sebanyak 2 rokaat dan di tutup dengan 3
rokaat sholat witir.
Dengan mengamalkan amalan pembuka pintu rezeki diatas, maka insyaAllah
rezeki semakin lancar, amalan diatas dijizahkan oleh ustadz haji Galih
Gumelar.
*_Amalan Ayat Al Qur’an Untuk Murah Rezeki_*
14. Amalan Rezeki dengan Surat Al Fatihah
1. Bagi siapa senantiasa membaca surah Al Fatihah sesudah selesai sholat
subuh sebanyakk 30x, sholat Ashar sebanyak 20x, sholat Maghrib sebanyak
15 kali, dan sholat Isya’ sebanyak 10, maka rezeki akan semakin di
mudahkan Allah SWT.
2. Bagi siapa yang membaca surat Al Fatihah sebanyak 41x diantara sholat
sunnat Qobliyah serta sholat Shubuh, maka segala hutang akan terbayar,
sebab selalh ada jalan serta rezeki akan lancar.
3. Ketika hari Ahad yang ada dipermulaan bulan (bulan Hijriyah), bacalah
surah Al Fatihah sebanyak 70x, hari senin dibaca 60x, hari selasa dibaca
50x, hari rabu dibaca 40 kali, hari kamis dibaca 30x, hari jum’at dibaca
20x dan hari sabtu dibaca 10x, lalu di ulang hingga satu bulan lamanya,
maka tungguhlah keajiban rezeki anda.
15. Amalan Rezeki dengan Surat Al Waqiah
1. Apabila anda meminta pada Allah agar datang rezeki melimpah, maka
selalu senantiasa membaca surat Al Waqiah sebanyak 41 kali sekali duduk
(tidak berpindah dan menghadap kiblat), seringlah selalu membaca surah
Al Waqiah dengan khusyu’, istiqomah dan ikhlas untuk mengaharapkan
rezeki melimpah pada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda : Bagi siapa senantiasa membaca surah Al Waqiah
setiap hari, maka niscaya dia tidak akan di timpa kefakiran selamanya
(Hadist).
16. Amalan Rezeki dengan Surat Al-Ikhlas
1. Apabila ingin dikaruniai Allah SWT rezeki banyak dan melimpah, maka
senantiasa membaca surat Al Ikhlas sebanyak 1000x, lalu dilanjut berdoa
memohon pada Allah SWT agar di lapangkan rezeki, insyaAllah hajat akan
terkabul.
2. Jika ingin tahu usaha apa yang bisa mendatangkan rezeki banyak. Maka
cobalah : ketika malam jum’at bacalah surat Al-Ikhlas sebanyak 66x,
kemduian baca lafadz Allah sebanyak 5000x, lalu baca MasyaAllah sebanyak
1000x, setelah itu baca sholawat sebanyak 10000x. sesudah itu tidur,
maka insyaAllah dalam mimpi akan di tunjukan pekerjaan yang membuat anda
sukses.
17. Amalan Rezeki dengan Surat Yaasin
1. Apabila ingin rezeki melimpah, maka bacalah surat Yasin sebanyak 41x
sekali duduk, insyaAllah rezeki akan semakin lancar.
18. Amalan Rezeki dengan Basmalah
1. Bagi siapa yang membaca Basmalah sebanyal 313x saat matahari terbit
dengan cara menghadap kiblat lalu kemudian membaca sholawat sebanyak
100x, maka Allah SWT akan memberikan rezeki yang tidak di sangka-sangka.
2. Bagi siapa membaca Basmalah sebanyak 786 kali setiap hari selama satu
minggu dengan tujuan meningingikan rezeki lancar, insyaAllah akan terkabul.
3. Bagi siapa membaca Basmalah sebanyak 12 ribu kali, dan setiap 1000
kali bacalah shalawat serta salam pada Rasulullah. lalu berdoa meminta
rezeki pada Allah SWT, insyaAllah akan terkabul.
Itulah mengenai *doa amalan pembuka pintu rezeki, dan kekayaan
segala penjuru. Yang bisa disampaikan sekarang ini semoga dapat
bermanfaat bagi saudara-saudara ku sekalian, sallam.
Doa Pembuka Rezeki Menurut Al Qur’an dan Hadist
Barangsiapa yang berdoa kepada Allah dengan hati yang khusyu’ dan berdoa sesuai dengan aturan syariat maka tidak ada penghalang diterima doa tersebut. Hal ini sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala kabarkan dalam firman-Nya:
إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ
“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90)
Di antara doa doa yang berkaitan dengan Doa Pembuka Rezeki Menurut Al Qur’an dan Hadist adalah sebagai berikut ini:
1. Diturunkannya rezeki dengan memperbanyak istighfar.
Dalil tuntunan tersebut firman Allah ta’ala,
“فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً . يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً”
Artinya: “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu” (QS. Nuh: 10-12)
Di antara lafadz istighfar yang ada terdapat dalam hadist adalah:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
Astaghfirullâh. (HR. Muslim)
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه
Astaghfirullôhal ‘azhîm alladzî lâ ilâha illâ huwal hayyul qoyyûm wa atûbu ilaih. (HR. Tirmidzi dan dinilai sahih oleh al-Albani)
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْت
“Allôhumma anta robbî lâ ilâha illa anta kholaqtanî wa anâ ‘abduka wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’ûdzubika min syarri mâ shona’tu, abû’u laka bini’matika ‘alayya, wa abû’u bi dzanbî, faghfirlî fa innahu lâ yaghfirudz dzunûba illa anta”. HR. Bukhari.
Lafaz yang terakhir ini merupakan sayyidul istighfar yaitu sebaik-baiknya istigfar. Karena barangsiapa mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan, lalu meninggal di sore harinya maka ia akan dimasukkan ke surga. Begitu pula jika diucapkan di malam hari dengan meyakini maknanya, lalu ia meninggal di pagi harinya maka ia akan dimasukkan ke surga.(HR. Al-Bukhari – Fathul Baari 11/97)
2. Doa memohon limpahan rezeki
اَللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Artinya :
“Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang orang yang bersama kami dan yang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan engkau, beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki yang paling utama.” (QS. Al-Maidah/5: 114)
3. Do’a Meminta Kesehatan dan Kelapangan Rizki
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاهْدِني ، وَعَافِني ، وَارْزُقْنِي
“Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii.” Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku.
Keutamaan meminta rizki yaitu agar dimudahkan oleh Allah untuk memperolehnya sehingga tidak sampai lalai dari melakukan ketaatan. Rizki itu ada dua macam yaitu yang bisa menegakkan badan dan bisa menguatkan hati. Menguatkan badan yaitu melalui makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Menguatkan hati yaitu melalui ilmu bermanfaat (ilmu diin) dan amalan sholih. Permintaan rizki tersebut mencakup dua macam rizki ini.
4. Doa minta kecukupan rezeki
اَللّٰهُمَّ اَكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.
Artinya :
“Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.” (HR. Ahmad)
5. Doa agar terlepas dari jeratan hutang
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri, pada suatu hari Rasulullah saw. hendak memasuki masjid. Ketika itu beliau mendapati seorang sahabat dari Anshar yang bernama Abu Umamah yang sedang duduk merenung di dalam masjid. Rasulullah saw. bersabda: “Ada apakah gerangan engkau duduk di dalam masjid ketika bukan waktu shalat?” Dia menjawab “Kegelisahan dan pikiran atas hutang yang selalu menyelimutiku wahai Rasul.” Beliau berkata “Maukah aku ajarkan perkataan yang apabila engkau ucapkan maka Allah Azza wa Jalla akan menghilangkan kegelisahanmu dan melunaskan hutang-hutangmu?” Ia menjawab “Iya ya Rasulullah” kemudian Rasul bersabda “Apabila kamu berada di pagi dan sore hari maka ucapkanlah :
اَللّٰهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزْنِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَتِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ.
Artinya :
“Ya Allah aku berlindung kepa-Mu dari kegundahan dan kesedihan dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan bakhil dan aku berlindung kepada-Mu dari terlilit hutang dan pemaksaan dari orang lain.” (HR. Abu Dawud).
Dan Abu Umamah berkata : “Kemudian aku melaksanakannya dan ternyata Allah Azza wa Jalla menghilangkan kegundahanku dan melunaskan hutang-hutangku.” (HR. Abu Dawud)
6. Doa agar menghilangkan kefakiran dan melunaskan hutang
اللّٰهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْـمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةَ وَالإِنْجِيْلَ وَالقُرْآنَ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شرِّ كُلِّ ذِي شَرٍّ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، أَنْتَ الأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَالظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَالْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنِّي الدَّيْنَ وَاغْنِنِيْ مِنَ الْفَقْرِ.
Artinya :
“Ya Allah, Tuhan bagi tujuh lapisan langit, juga Tuhan ‘Arasy yang agung. Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu. Yang menurunkan Taurat, Injil dan Quran. Yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan menghasilkan buah-buahan. Aku mohon berlindung denganMu daripada kejahatan segala suatu yang jahat yang ubun-ubunnya di dalam genggaman-Mu. Engkaulah yang awal, tiada suatu pun yang sebelum Engkau. Engkaulah yang akhir, tiada suatu pun yang selepas Engkau. Engkaulah yang zahir, tiada suatu pun yang di atas Engkau. Engkaulah yang batin, tiada suatu pun yang di bawah Engkau. Tunaikanlah hutangku dan berilah aku kekayaan daripada kefakiran.” (HR. At-Tirmizi dan dinilai Hasan Sahih).
7. Doa Mudah Rezeki dan Terhindar Dari Kekufuran
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ
Artinya :
“Ya Allah, aku berlindung dari kekufuran, kemiskinan dan siksa kubur.” (HR. Ahmad, Nasa’i, dan Abi Syaibah).
========================
Wirid Doa Pembuka Pintu Rejeki
Ada banyak wirid dan doa tentang rezeki yang yang sudah ditulis di
blog ini. Namun saya masih akan menambahkan satu wirid pembuka pintu
rezeki lagi yang mungkin akan bisa menambah perbendaharaan doa anda.
Sebab barang kali jodoh orang dengan suatu amalan berbeda-beda. Ada yang
cocok dengan amalan ini, tapi ada yang cocok dengan amalan yang itu.
Selain wirid al-Waqi’ah untuk rejeki melimpah
ada lagi amalan ampuh yang Insya Allah dengan Izin Allah dapat
digunakan untuk membuka segala pintu rezeki dengan izin Allah SWT. Tentu
saja ini adalah sarana batin, usaha lahir dengan berikhtiar dan bekerja
keras tetap harus dilakukan.
Amalan Wirid ini di berika oleh Ustadz H. Galih Gumelar kepada beberapa
pasiennya, dan Alhamdulillah terbukti memberikan solusi kepada mereka
yang mengamalkan. Apa amalan pembuka rejeki itu?
Inilah amalan ampuh pembuka pintu rezeki :
Pertama, Shalat Hajat 2 Rakaat setelah jam dua belas malam (antara jam
12 hingga jam 4 pagi)
Lalu, baca Al-fatiha 114 x
Baca Al-Ikhlas 27 x
Baca Al-Insyirah ( Alam Nasrah ) 17 x
Baca Yaa Hayuu Yaa Qayum birahmatika Yaa Arhamarrahimin 21 x
Setelah selesai, lanjutkan dengan doa memohon rezeki (terserah anda yang
mengamalkan) pakai bahasa yang kita mengerti.
Setelah selesai doa, lalu melakukan shalat tahajjud 2 rakaat dan
ditutup 3 rakaat witir. Insya Allah dengan mengamalkan doa rezeki diatas,
permasalah rezeki atau ekonomi anda bisa teratasi. Amin…
==========================
18 Doa Amalan Pembuka Pintu Rezeki, dan Kekayaan
Dalam pembahasan ini akan menuliskan sedikit yang mungkin dapat
bermanfaat bagi pembaca yang ingin merubah hidup lebih baik lagi salah
satu menjemput rizki yang berlimpah. Lantas bagaimana*amalan pembuka
pintu rezeki dan kekayaan
* ? Inilah yang sudah dituliskan oleh bapak /ustad yusuf Mansur/ semoga
dapat berguna bagi semuanya.
*_Doa Amalan Pembuka Pintu Rezeki, dan Kekayaan_*
Dalam memperoleh rezeki dianjurkan kita untuk berusaha secara lahir
maupun batin. Bagi anda yang ingin mudah untuk mendapatkan rezeki
ataupun melancarkan rezeki. Ada beberapa /doa dan amalan
/wirid/mustajab/ yang bisa untuk lakukan, lantas bagiamana caranya ?
Adapun yang sudah dianjurkan oleh beliau /ustad Yusuf Mansur/ sebagai
berikut.
1. Perbanyak Istighfar
Manfaat atau khasiat istighfar sangatlah banyak sekali salah satu mudah
mendapatkan rezeki. Bagi siapa yang selalu beristighfar niscaya Allah
SWT akan menjadikan ia kelapangan dari macam kegundahan, mendapatkan
jalan keluar dari segala macam kesempitan yang sudah dihadapinya dan
Allah SWT akan memberikan ia rezeki dari arah yang tidak di
sangka-sangka (HR Abu Daud nomer 1518).
2. Perbanyak Silaturahmi
Bagi siapa yang ingin dilapangkan rezekinya serta di lambatkan ajalkan
maka ia hendaklah menyambung silaturahmi (HR Bukhari).
3. Perbanyak Sedekah
Keajaiban sedekah sangat banyak sekali dan sudah tidak diragukan lagi
salah satu untuk mendapatkan rezeki yang melimpah ruah. Sesungguhnya
orang yang bersedia bersedekah baik perempuan maupun laki-laki serta
meminjamkan pada Allah SWT pinjaman yang baik, maka nicaya akan dilipat
gandakan ganjaranya mereka, serta mendapatkan pahala yang banyak (QS Al
Hadid ayat 18).
4. Bertawakal Pada Allah SWT
Seandainya kamu bertawakal pada Allah dengan benar-benar tawakal, maka
niscaya kamu akan diberikan rezeki seperti burung yang diberi rezeki,
pagi hari lapar dan sore hari akan kenyang (HR Tirmiddzi).
Bagi siapa yang bertawakal pada Allah SWT, maka niscaya Allah akan
mencukupi kebutuhannya (QS At-Thalaq ayat 3).
5. Bertaubat
Dan seorang manusia itu akan di haramkan baginya rezeki sebab dosa yang
sudah dibuatnya (HR Tirmidzi).
6. Perbanyak Dzikir
Perbanyaklah berdzikir kepada Allah SWT, karena sesungguhnya Allah SWT
memiliki 99 nama yang indah yakni (Asmaul Husna), anda dapat mengamalkan
wirid dzikir AR RAZZAQ yang artinya Maha Pemberi Rezeki. Dan ingatlah
bahwa hanya dengan mengingat Allah SWT hati kita akan menjadi tentram
(QS Ar-Ra’d ayat 28).
7. Perbanyak Beramal Sholeh (Membantu Orang).
Tidaklah engkau diberi pertolongan serta di berikannya rezeki melainkan
karena orang-orang yang lemah dikalangan kamu (HR Bukhari).
8. Perbanyak Bersyukur
Sesungguhnya apabila kamu bersyukur, maka niscaya Aku akan tambahkan
nikmat-Ku padamu, serta apabila kamu telah kufur, maka sesungguhnya
azab-Ku sangat keras (QS Ibrahim ayat 7).
9. Rajin beribadah pada Allah SWT
Wahai anak manusia, sempatkanlah kamu untuk menyembah-Ku, maka Aku akan
membuat hatimu akan kaya serta menutup kefakiranmu (HR Tirmidzi).
10. Berbakti Kedua Orang Tua
Bagi siapa yang berbakti pada kedua orang tuanya, maka kebahagiaanlah
buatnya serta Aku akan memperpanjang umurnya (HR Hakim).
11. Perbanyak Sholat Sunnah Salah Satu Sholat Tahajud
Bagi siapa yang meminta pada-Ku, maka Aku akan memperkenankan
permintaanya, bagi siapa yang meminta pada-Ku maka akan Aku ampuni (HR
Bukhari).
*12*. Perbanyak Berdoa pada Allah SWT
Sebagai umat muslim kita wajib untuk perbanyak berdoa, maka hendaklah
selalu berdoa pada Allah SWT untuk meminta rezeki yang halal dan barokah.
*_Amalan Mustajab Untuk Memudahkan Rezeki Lancar_*
13. Amalan ampuh untuk mudah rezeki
* Mendirikan shalat hajat 2 rokaat antara jam 12 malam hingga jam 4 pagi
* Membaca surah Al-fatihah sebanyak 114 kali
* Membaca Al-Ikhlas sebanyak 27 kali
* Membaca Al-Insyirah sebanyak 17 kali
* Membaca wirid dzikir Yaa Qayum birahmatika Yaa Hayuu Yaa
Arhamarrahimin sebanyak 21 kali
* Sesudah melakukan amalan diatas kemudia berdoa memohon rezeki pada
Allah SWT.
* Setelah anda menenyesaikan doa, kemudian dilanjutkan dengan
melakukan sholat tahajud sebanyak 2 rokaat dan di tutup dengan 3
rokaat sholat witir.
Dengan mengamalkan amalan pembuka pintu rezeki diatas, maka insyaAllah
rezeki semakin lancar, amalan diatas dijizahkan oleh ustadz haji Galih
Gumelar.
*_Amalan Ayat Al Qur’an Untuk Murah Rezeki_*
14. Amalan Rezeki dengan Surat Al Fatihah
1. Bagi siapa senantiasa membaca surah Al Fatihah sesudah selesai sholat
subuh sebanyakk 30x, sholat Ashar sebanyak 20x, sholat Maghrib sebanyak
15 kali, dan sholat Isya’ sebanyak 10, maka rezeki akan semakin di
mudahkan Allah SWT.
2. Bagi siapa yang membaca surat Al Fatihah sebanyak 41x diantara sholat
sunnat Qobliyah serta sholat Shubuh, maka segala hutang akan terbayar,
sebab selalh ada jalan serta rezeki akan lancar.
3. Ketika hari Ahad yang ada dipermulaan bulan (bulan Hijriyah), bacalah
surah Al Fatihah sebanyak 70x, hari senin dibaca 60x, hari selasa dibaca
50x, hari rabu dibaca 40 kali, hari kamis dibaca 30x, hari jum’at dibaca
20x dan hari sabtu dibaca 10x, lalu di ulang hingga satu bulan lamanya,
maka tungguhlah keajiban rezeki anda.
15. Amalan Rezeki dengan Surat Al Waqiah
1. Apabila anda meminta pada Allah agar datang rezeki melimpah, maka
selalu senantiasa membaca surat Al Waqiah sebanyak 41 kali sekali duduk
(tidak berpindah dan menghadap kiblat), seringlah selalu membaca surah
Al Waqiah dengan khusyu’, istiqomah dan ikhlas untuk mengaharapkan
rezeki melimpah pada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda : Bagi siapa senantiasa membaca surah Al Waqiah
setiap hari, maka niscaya dia tidak akan di timpa kefakiran selamanya
(Hadist).
16. Amalan Rezeki dengan Surat Al-Ikhlas
1. Apabila ingin dikaruniai Allah SWT rezeki banyak dan melimpah, maka
senantiasa membaca surat Al Ikhlas sebanyak 1000x, lalu dilanjut berdoa
memohon pada Allah SWT agar di lapangkan rezeki, insyaAllah hajat akan
terkabul.
2. Jika ingin tahu usaha apa yang bisa mendatangkan rezeki banyak. Maka
cobalah : ketika malam jum’at bacalah surat Al-Ikhlas sebanyak 66x,
kemduian baca lafadz Allah sebanyak 5000x, lalu baca MasyaAllah sebanyak
1000x, setelah itu baca sholawat sebanyak 10000x. sesudah itu tidur,
maka insyaAllah dalam mimpi akan di tunjukan pekerjaan yang membuat anda
sukses.
17. Amalan Rezeki dengan Surat Yaasin
1. Apabila ingin rezeki melimpah, maka bacalah surat Yasin sebanyak 41x
sekali duduk, insyaAllah rezeki akan semakin lancar.
18. Amalan Rezeki dengan Basmalah
1. Bagi siapa yang membaca Basmalah sebanyal 313x saat matahari terbit
dengan cara menghadap kiblat lalu kemudian membaca sholawat sebanyak
100x, maka Allah SWT akan memberikan rezeki yang tidak di sangka-sangka.
2. Bagi siapa membaca Basmalah sebanyak 786 kali setiap hari selama satu
minggu dengan tujuan meningingikan rezeki lancar, insyaAllah akan terkabul.
3. Bagi siapa membaca Basmalah sebanyak 12 ribu kali, dan setiap 1000
kali bacalah shalawat serta salam pada Rasulullah. lalu berdoa meminta
rezeki pada Allah SWT, insyaAllah akan terkabul.
Itulah mengenai *doa amalan pembuka pintu rezeki, dan kekayaan
segala penjuru. Yang bisa disampaikan sekarang ini semoga dapat
bermanfaat bagi saudara-saudara ku sekalian, salam.
Wa 085694676806
Komentar
Posting Komentar